
WAKTU
4-6 MARET 2016
4-6 MARET 2016
LOKASI
Jogja National Museum
Jl. Prof. Ki Amri Yahya No. 1, Gampingan, Wirobrajan, Yogyakarta
Jogja National Museum
Jl. Prof. Ki Amri Yahya No. 1, Gampingan, Wirobrajan, Yogyakarta
LATAR BELAKANG
Kecimpung adalah suatu
persembahan pameran angkatan 2015, Jurusan pendidikan seni rupa dan pendidikan
seni kriya Universitas Negeri Yogyakarta. Kali ini, kecimpung mengangkat tema
pameran “BERKECIMPUNG” yang bisa diartikan atau dijabarkan bertugas, bersangkutan,
berkenan, turut serta, terjun. Bertugas berarti demi menjalankan atau
mensukseskan suatu tujuan. Bersangkutan berarti semua mempunyai tanggung jawab
untuk bergabung bersama. Berkenan, berarti semua mau menyumbangkan tenaga,
waktu dan pikiran untuk turut serta dan berarti ikut berjuang bersama. Terjun
berarti siap menanggung resiko bersama.
Melihat dari kacamata seni rupa
“KECIMPUNG” bisa diartikan sebagai suatu acuan atau ide dalam menciptakan suatu
karya. Dalam penggalian ide atau gagasan konsep suatu karya, manusia tidak
harus atau tidak selalu menyendiri. Karena pada dasarnya manusia adalah makhluk
sosial yang berarti tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain. Kebersamaan bisa
membuat kita menjadi mudah untuk melakukan suatu pekerjaan.
Mengapa pameran ini bertemakan
kecimpung? Karena dalam posisi atau kondisi seperti sekarang berkenalan,
persahabatan, silaturahmi antar mahasiswa sangat diperlukan dan jika tanpa 3
poin tersebut, kebersamaan tidak akan terwujud.
AKSESIBILITAS
Lokasi diselenggarakannya pameran ini terletak tidak terlalu
jauh dari pusat kota Yogyakarta. Yaitu di Jogja National Museum yang
bersebelahan langsung dengan SMAN 1 Yogyakarta. Sehingga tempat pameran ini
mudah ditemukan oleh siapapun yang berkunjung. Tempat parkirnya luas dan setiap
parkir dikenakan biaya 2000 rupiah.
KOMENTAR
Pameran ini merupakan pameran yang sangat menarik untuk
dikunjungi, karena walaupun pameran ini merupakan pameran yang diselenggarakan
oleh mahasiswa baru UNY angkatan 2015 tapi karya-karya yang dihasilkan
sangatlah bagus. Ada beberapa jenis kerajinan yang dipamerkan diantaranya seni
lukis, fotografi, seni kriya, film pendek, busana dan lain lain. Penataan yang
ada juga sangatlah apik sehingga
memudahkan pengunjung untuk menikmati satu persatu hasil karya yang
ditampilkan. Di lantai satu kita bisa melihat karya seni yang di lukis di
tembok untuk menggambarkan ekspresi-ekspresi yang biasa di rasakan manusia.
Kritikan kritakan kecil yang pedas untuk generasi masa sekarang. Di ruangan
lain kita bisa melihat seni lukis. Ada pula beberapa desain baju dari batik
yang dipamerkan. Uniknya ada beberapa lukisan yang dibuat dengan bahan-bahan
yang tidak biasa, misalnya korek api. Pengunjung yang datang juga bisa
berfoto-foto dikarenakan karya seni yang indah dan unik ini. Di lantai 2
pengunjung bisa melihat karya-karya seni yang lain, yang unik adalah lorong
yang dibagi 2 menggunakan untaian tali-tali rafia yang diikat sedimikian rupa.
Yang paling banyak menarik perhatian pengunjung adalah ruangan dengan tema
“Kantor Urusan Agama Kekinian”. Sindiran halus dalam ruangan ini mengajak
pengunjung melihat bahwa “agama” yang dianut oleh orang-orang modern jaman
sekarang adalah terlalu berfokus pada layar televisi. Televisi bahkan menjadi
hal yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan orang di jaman sekarang. Di luar
gedung juga sudah disediakan panggung sederhana untuk menghibur penonton yang
datang.
Dibalik pameran yang unik dan lucu ini ada beberapa hal yang
bisa saya kritisi, memang banyak sekali hal unik yang ada namun publikasi
tentang pameran ini kurang begitu gencadr. Memang ada poster yang disebarkan
namun tidak jelas waktu dari jaman berapa hingga jam berapa acara di gelar. Ketika
berada di museum pun, museum memiliki AC yang terdapat di sudut ruangan namun
tidak difungsikan sehingga suasana ketika siang hari cukup gerah / panas.
Terlepas dari semua itu, pameran ini merupakan salah satu
pameran yang patut untuk diapresiasi karena keberanian mahasiswa baru untuk
mengadakan pameran yang sangat unik ini. Semoga ke depannya ada banyak pameran
serupa yang bukan hanya mengadakan pameran yang apik tetapi sekaligus juga
menarik dan mengkritisi banyak hal.






